4 REKOMENDASI ALBUM PENGISI iPOD-MU (EDISI AKHIR APRIL 2012)

Tidak terasa musim dingin, valentine, paskah, record store day, dan hari bumi sudah berlalu. Semua itu ditutup dengan musim semi yang agak dingin dan Rutgers day akhir pekan yang lalu. 4 bulan yang diisi oleh kesibukan dan hal-hal yang menyenangkan. Setelah dipusingkan dengan urusan penelitian di hari-hari biasa, gw sempat juga mendatangi acara-acara yang ok (tennis, hospitality, craft spells, small black, skatalites, swervedriver, stepkids, the drums, part time, willis earl beal, WU LYF, dan akhirnya.. PULP dan the feelies!). Banyak juga vinyl-vinyl yang menjadi penghuni baru apartment gw saat ini. Sekarang gw mau membahas beberapa dari antaranya.

  1. EKSTASIS, Julia Holter (2012). Julia adalah singer/songwriter dari California yang meramu musik eksperimental dengan sentuhan organ gereja dan sedikit elektronik. Paling tidak itu yang gw tangkap dari album ini. Album ini berisi 2 x 45 rpm vinyl, semua rata-rata bertempo lambat dengan suara Julia yang terasa menghantui. Jujur gw belum pernah mendengar komposisi eksperimental seperti ini sebelumnya. ‘Fur felix’ adalah salah satu track yang selalu menempel di telinga gw sampai saat ini. Gw ingat vinyl ini berulang-ulang gw putar ketika gw mulai keracunan (lagi) film-film bernuansa surealisme bulan februari/maret yang lalu. Dua film luis bunuel yang gw tonton waktu itu (The Discreet Charm of the Bourgeoisie dan That Obscure Object of Desire) membuat mood untuk mendengarkan musik Julia Holter menjadi sangat pas. Bulan februari/maret juga gw dan beberapa teman disini mulai membentuk klub film kecil setiap Jumat malam. Itulah yang bagi gw dapat menggambarkan album ini: surealis. Untuk kalian yang ingin mendengarkan preview dari ‘ekstasis’, bisa buka di link ini » http://tinyurl.com/d7xwakk              
  2. THE GOOD EARTH, The Feelies (1986). Salah satu grup favorit gw sepanjang masa dan album ini menurut gw yang terbaik dari mereka walaupun bagi kebanyakan ‘crazy rhythms’ adalah yang paling fundamental. OK, The Feelies adalah New Jersey, New Jersey adalah The Feelies. Setelah absen kurang lebih 6 tahun merilis LP sejak ‘crazy rhythms’ yang saat itu benar-benar mendefinisikan komunitas musik New Jersey, The Feelies, dengan dibantu oleh Peter Buck, mengeluarkan LP berisikan 10 lagu yang sangat solid ini. Ritme gitar dan detakan drum yang jangly beserta melodi dan vokal yang Lou Reed-esque tetap menjadi karakter mereka yang kuat. Sampai akhir pekan yang lalu, dimana gw akhirnya bisa menyaksikan mereka langsung di The Bell House, Brooklyn. Tidak ada yang berubah dari energi dan semua suara yang dikeluarkan dari semua rilisan dengan ketika mereka membawakannya secara langsung. Set 3 jam dengan 3 encore yang membuat semua yang hadir puas. Buat kalian yang belum terlalu mendengarkan mereka, mungkin bisa memulai dengan album ini. Track favorit gw adalah..semua. Tapi kalau boleh memilih highlight dari album ini, coba ‘let’s go’. Disamping kenyataan kalau album ini gw sangat menikmati di vinyl, Kalian beruntung karena bisa streaming album ini disini » http://tinyurl.com/bpcdf5l
  3. ACOUSMATIC SORCERY, Willis Earl Beal (2012). Misteri dari masa lalu penulis asal Chicago ini memang selalu menjadi cerita sampai semua terkemas dengan jempol dan malam yang membius ketika gw melihat aksi panggungnya secara langsung (Willis membuka WU LYF di music hall of Williamsburg minggu lalu). Willis membuka acara dengan membaca sepenggal buku Charles Bukowski, menyalakan tape deck dan mulai menyanyi. Bayangkan, gedung yang penuh dengan orang, tanpa suara pengunjung sedikitpun, hening, hanya seorang penyanyi blues menjadikan sekelilingnya sebagai resonansi dengan volume maksimum. LP ini mengingatkan gw ketika merekam lagu-lagu NEDD dengan mp recorder 4 tahun yang lalu, terdengar sangat kasar. Tapi 11 (atau 10) tulisan Willis di album inilah yang membawa gw mendengar cerita masa lalunya yang sangat kelam dan keras. Kehidupan tanpa rumah, uang, dan siapapun meenjadi atmosfer ‘acousmatic sorcery’ dengan kualitas suara yang terdengar sangat lo-fi. Tapi dia sendiri mengakui kalau semua ini ditulis dan direkam ketika dia hanya memiliki sarana yang terbatas. Paling tidak semua kejujuran dan kesederhanaan album yang bisa gw kategorikan ‘blues’ ini patut diacungi jempol dan pujian, yang mungkin dapat membuat Daniel Johnston dan R. Stevie Moore tersenyum. Willis juga membagi-bagikan kartu pos berisi alamat dan nomor telpon sehingga semua orang bisa menghubunginya dan mendengarkan dia menyanyi atau mendapatkan sketsa pensil dari tangannya. Bagi gw, Willis Earl Beal adalah penulis inspiratif. Klik disini untuk mendengarkan preview-nya » http://tinyurl.com/d9yuwvz
  4. ALWAYS NOW, section 25 (1981). Vinyl yang gw dapat dari salah satu toko di NJ pada record store day kemaren. Salah satu rilisan factory records terbaik menurut gw. ‘Always now’ adalah debut LP grup asal Blackpool yang nantinya masuk dalam scene Manchester. Album ini bernuansa, tentu saja, post-punk namun sedikit lebih gelap dari Joy Division dan A Certain Ratio. Tony Wilson hampir saja mengajak Johnny Marr untuk bergabung dengan Section 25 namun gagal. Gw bisa membayangkan klub-klub di Manchester pada masa itu berisikan musik-musik dance seperti ini. Bukan kebetulan memang, tapi mungkin album ini cocok untuk menemani kalian menonton Manchester derby penentuan gelar liga besok (merah atau biru, mereka semua Manchester, tapi gw sejak kelas 5 SD mendukung merah). Kalau merah yang menang, gw sudah menyiapkan rekomendasi album dari grup manchester yang lain untuk merayakan :) Simak album ini secara streaming disini (lebih dahsyat di vinyl/cd sebenarnya) » http://tinyurl.com/c32e9uw
Sekali lagi, kalau kalian tidak tertarik dengan tulisan gw ini, lebih baik tinggalkan segera, dan tidak usah kembali. You don’t need me and neither do I, life’s fair.
Posted on April 30, 2012

Tagged with REKOMENDASI ALBUM  blog musik indonesia